Kaltara

Gubernur Kukuhkan Pengurus KSB Minimalkan Kerugian Akibat Bencana

SEBATIK – Siang hari, Rabu (9/9) di salah satu pulau terluar Indonesia, yaitu Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie mengukuhkan pengurus Kampung Siaga Bencana (KSB) ‘Tanjung Sakti’ Desa Tanjung Aru, Tanjung Harapan, Sungai Nyamuk, dan Bukit Aru Indah. Pengukuhan berlokasi di Pantai Bukit Aru Indah, Kecamatan Sebatik Timur.

Selain anggota KSB, juga turut hadir sejumlah tokoh masyarakat, camat, kepada desa di Sebatik. Di sini, Gubenur memberi apresiasi khusus ibu-ibu yang begitu semangat mengikuti pengukuhan di bawah terik matahari yang menyengat. “Saya tahu masyarakat Sebatik punya spirit untuk bertahan hidup dan mandiri. Kita aplaus terhadap karakter masyarakat Sebatik yang tangguh,” ujarnya.

Sejak provinsi ini mekar dan saat ini sudah menjelang 8 tahun, di Sebatik sudah mulai banyak infrastruktur. Fasilitas sosial ekonomi juga mulai tumbuh banyak. “Begitu pun tempat rekreasi. Jalan Lingkar Sebatik juga sudah selesai, meskipun beberapa titik ada yang longsor, kita upayakan untuk terus kita perbaiki,” sebutnya.

Gubernur juga menyampaikan kepada masyarakat setempat, pada tahun ini mulai dibangun Pos Lintas Batas Negara atau PLBN di Sungai Pancang. Rencananya akan selesai tahun depan. “Itu akan memberi dampak keamanan dan politik yang baik bagi NKRI, khususnya bagi Sebatik. Semua mobilitas orang dan barang keluar masuk di Sebatik, utamanya dari Tawau akan menjadi ramai dan intensif. Tentu itu akan menggerakkan ekonomi daerah ini, Kaltara, dan Indonesia,” ujarnya.

Perihal KSB, bukan perkara yang mesti dianggap sebelah mata. Kata Gubernur,  KSB memang perlu dibentuk, utamanya di daerah Kaltara, termasuk di Sebatik. “Daerah kita, khususnya Sebatik daerah rawan bencana alam banjir, tsunami, gempa bumi, dan tanah longsor.  Yang semuanya itu bisa datang setiap saat tanpa diduga yang bisa mengakibatkan kerugian harta benda dan jiwa,” ujarnya.

Karena itu pemerintah dan Pemprov Kaltara mengajak semua masyarakat untuk terus bersama-sama menghadapi kemungkinan bencana dan kerugian yang ditimbulkan. “Dan kita saat ini sedang menghadapi bencana yaitu bencana non alam Covid-19. Saya juga meminta anggota KSB di Sebatik membantu pemerintah menyadarkan masyarakat agar menerapkan dengan disiplin protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yaitu dengan memakai masker jika di luar rumah, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan sering mencuci tangan menggunakan sabun atau dengan hand sanitizer,” tuturnya.(humas)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close