Kaltara

Angka Penduduk Bersekolah Semakin Banyak

TANJUNG SELOR – Salah satu dimensi keberhasilan pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) 71,14 adalah Dimensi Pengetahuan. Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie mengungkapkan, dimensi pengetahuan pada IPM dibentuk oleh dua indikator, yaitu Harapan Lama Sekolah dan Rata-rata Lama Sekolah penduduk usia 25 tahun ke atas. Kedua indikator tersebut tutur Gubernur terus meningkat dari tahun ke tahun.

Selama periode 2013 hingga 2019, sesuai data dari Badan Pusat Statistik (BPS), Harapan Lama Sekolah di Kaltara telah meningkat sebesar 0,54 tahun. Sedang rata-rata Lama Sekolah naik 0,84 tahun. “Meningkatnya Harapan Lama Sekolah menjadi sinyal positif bagi kita bahwa semakin banyak penduduk Kaltara yang bersekolah,” tutur Gubernur.

Tahun 2019, sebutnya, Harapan Lama Sekolah di Kaltara mencapai 12,84 tahun yang berarti bahwa anak-anak usia 7 tahun memiliki peluang untuk menamatkan pendidikan mereka hingga lulus SMA dan hampir menyelesaikan jenjang Diploma-1 (D-1).

Adapun rata-rata Lama Sekolah penduduk usia 25 tahun ke atas, tumbuh 1,66 persen per tahun selama periode 2013-2019. Gubernur menambahkan, pertumbuhan yang positif ini merupakan modal penting dalam membangun kualitas manusia Kaltara yang lebih baik. “Tahun lalu, secara rata-rata lama sekolah penduduk usia 25 tahun ke atas mencapai 8,94 tahun, atau hampir menyelesaikan pendidikan hingga kelas IX,” ujarnya.

“Sejak saya jadi Pj Gubernur, terus kita dorong pembangunan bidang pendidikan kita. Tidak hanya perbaikan dan peningkatan infrastrukturnya, namun juga bagaimana mengambil langkah konkret untuk mensejahterakan guru-guru serta memberi berbagai stimulan dan beasiswa untuk siswa serta mahasiswa berprestasi maupun kurang mampu,” tambahnya.

Tak cukup sampai di situ. Komponen pembentukan IPM Kaltara sebut Irianto juga ditopang oleh dimensi Umur Panjang dan Hidup Sehat. Kata Gubernur, Umur Harapan Hidup saat lahir (UHH) yang merepresentasikan dimensi umur panjang dan hidup sehat terus meningkat dari tahun ke tahun.

Laporan resmi BPS Kaltara sebutnya, selama periode 2013 hingga 2019, Umur Harapan Hidup saat lahir telah meningkat sebesar 0,52 tahun atau rata-rata tumbuh sebesar 0,12 persen per tahun. Pada tahun 2013, Umur Harapan Hidup saat lahir di Kaltara adalah 72,02 tahun, dan pada tahun 2019 mencapai 72,54 tahun.

“Tidak mudah untuk membangun bidang kesehatan jika tidak ada kemauan dan inovasi. Dengan anggaran yang terbatas, kita memberi layanan kesehatan berupa penjemputan pasien kurang mampu dengan ambulance air. Kita juga menanggung biaya perjalanan ketika memerlukan rujukan ke luar Kaltara dari RS Tarakan,” ujar Irianto.

Dengan anggaran yang terbatas pula, Pemprov Kaltara sebut Gubernur membayar iuran jaminan kesehatan BPJS bagi 641.168 jiwa penduduk Kaltara dari total 654.994 jiwa. “Selain itu, banyak program bidang kesehatan lainnya yang kita laksanakan untuk pemerataan layanan seperti Dokter Terbang yang menjangkau pelayanan sampai desa-desa terpencil dan terluar,” ujarnya.

Dimensi terakhir pembentuk IPM yang mewakili kualitas hidup manusia adalah standar hidup layak yang direpresentasikan oleh pengeluaran per kapita (harga konstan 2012). Pada tahun 2019, pengeluaran per kapita yang disesuaikan masyarakat Kaltara mencapai Rp 9,34 juta per tahun. Selama 2013-2019, pengeluaran per kapita masyarakat rata-rata meningkat sebesar 2,15 persen per tahun. (humas)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close