Kaltara

APBD Kecil dengan Manfaat Besar

SEBATIK-Safari Ramadan menjadi ajang untuk mendengar dan melihat langsung perkembangan terkini di masyarakat. Inilah yang dilakukan Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie dan rombongan saat berkunjung ke Pulau Sebatik pada Rabu dan Kamis (29-30/5).

Salah satu kegiatan Gubernur dan rombongan pada Safari Ramadan 1440 Hijriah/2019 Masehi di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan adalah berbuka puasa bersama dengan warga serta tokoh masyarakat Kecamatan Sebatik di pelataran gedung pertemuan Astrada 88, Sebatik pada Rabu (29/5) sore.

Diungkapkan Gubernur, pagelaran safari ramadan ini, tak sekedar bersilaturahmi tapi juga menyerahkan bantuan rumah ibadah dan sejumlah kegiatan bermanfaat lainnya. “Secara khusus, saya atas nama pribadi dan Pemprov Kaltara menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh warga yang hadir di kesempatan ini,” tutur Gubernur.

Di momen tersebut, cukup banyak rangkaian kegiatan dilakukan. Diantaranya, meninjau panti asuhan juga progres rehabilitasi rumah warga kurang mampu. “Dari sini, dapat terlihat bahwa meski APBD Kaltara tergolong kecil, namun kita bersyukur masih mampu memberikan santunan juga membantu warga yang membutuhkan,” jelas Irianto.

Di hadapan warga, Gubernur juga meyakinkan bahwa hingga saat ini, sekitar 10 ribu warga kurang mampu sudah mendapatkan bantuan rehab rumah baik dengan dukungan APBN atau APBD. “Selain itu, Kaltara menjadi salah satu provinsi yang memberikan insentif bagi para guru. Besarannya sekitar Rp 500 ribu per bulan. Terkecuali guru SMA/SMK yang telah diserahkan wewenang pengelolaannya ke Pemprov Kaltara, ini mendapatkan TPP (Tunjangan Perbaikan Penghasilan),” urai Gubernur.

Pemberian insentif juga TPP itu, ditegaskan Gubernur bukanlah sebuah kewajiban, melainkan sebuah kebijakan yang sewaktu-waktu dapat dihapus. “Tergantung kebijakan pemerintah daerah saat itu, atau kebijakan kepala daerahnya. Kita juga bersyukur, pencairan TPP dan THR bagi ASN PNS dan CPNS sudah dicairkan juga terhitung yang tercepat mencairkannya. Insya Allah, menyusul Gaji ke-13,” tuntasnya.(humas)

Anggaran Daerah Harus Prioritaskan Warga Miskin

GUBERNUR Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie bakal menerbitkan instruksi terkait pengelolaan keuangan daerah yang kredibel, akuntabel dan transparan. Instruksi ini akan ditujukan kepada seluruh kepala daerah di wilayah Kaltara untuk dapat diterapkan dalam pengelolaan keuangan daerah masing-masing.

Ini disampaikan Gubernur pada lanjutan Safari Ramadan 1440 Hijriah/2019 Masehi di Pulau Sebatik, Rabu dan Kamis (29-30/5). Irianto memastikan, tingkat kepedulian pemerintah, utamanya kepala daerah terhadap pemanfaatan keuangan daerah yang tepat menjadi kunci keberhasilan pembangunan di daerah itu. “Pemprov Kaltara dalam pengelolaan keuangannya, selalu berupaya untuk memprioritaskan pada kegiatan yang produktif dan bermanfaat langsung bagi masyarakat. Dan, hasilnya sejumlah pencapaian prestasi pun diraih. Ini bonus,” tuturnya.

Teranyar, Kaltara dalam pengelolaan keuangannya, mampu membawa pencapaian yang luar biasa dengan raihan 5 kali berturut-turut Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) sejak 2014-2018. “Insya Allah, apabila memungkinkan dan kebijakannya tak berubah maka Kaltara bisa mendapatkan DID (Dana Insentif Daerah) sebesar Rp 50 miliar. DID ini nantinya akan digunakan untuk membiayai pembangunan di Kaltara, termasuk memberikan santunan bagi warga kurang mampu dan membiayai pembangunan fasilitas sosial seperti panti asuhan, pondok pesantren dan lainnya,” jelas Irianto.

Berkaca dari keberhasilan Pemprov Kaltara tersebut, Irianto pun mengajak kepada seluruh kepala daerah di Kaltara untuk tidak menyia-yiakan anggaran daerahnya pada kegiatan yang kurang produktif. “Pastikan anggaran daerah merepresentasikan aspirasi warga. Perwujudannya lewat kegiatan yang membantu warga kurang mampu, pendanaan kesehatan bagi warga kurang mampu seperti pembayaran iuran BPJS Kesehatan, dan lainnya,” ungkap Gubernur.

Irianto mempercayai, apabila pemimpin tak peduli warga miskin, yatim piatu, terlantara maka Allah akan murka dan musibah besar akan menimpa Kaltara. “Begitu banyak cerita mengenai murka Allah karena pembiaran atas nasib warga kurang mampu. Jangan sampai di Kaltara terjadi hal tersebut,” tutupnya.(humas)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close