Kaltara

Muslimin: Peserta dan Peninjau Perlu Diperhatikan

Tidak Paham Mekanisme Musprov di Kaltara

SAMARINDA – Musyawarah Provinsi (Musprov) II DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kaltara yang digelar Sabtu (26/05) tidak berjalan mulus. Sejumlah Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) yang merasa punya hak suara, memilih walk out (WO) lantaran tidak terakomodir.

Atas kejadian itu, musprov tersebut dianggap telah mencederai konstitusional. Sebagai tempat berlindungnya para pemuda, KNPI melakukan tindakan yang dinilai kurang baik. Apalagi mengenai kepesertaan dan permusyawaratan. Dalam Musprov itu, pimpinan sidang tidak memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengetahui OKP-OKP yang terdaftar sebagai peserta, maupun peninjau. Hal ini membuat 42 OKP WO, termasuk DPD KNPI Tarakan.

Menanggapi hal ini, Ketua KNPI Kaltim Muslimin enggan banyak berkomentar. Apalagi, dirinya tidak mengetahui mekanisme musprov KNPI di Kaltara. “Memang saya dengar ada WO,” ujarnya.

Dia melanjutkan, dalam musprov, peserta adalah OKP yang masih aktif dan terdaftar di KNPI pusat. “Meski OKP daerah, belum tentu diterima. Harus punya organisasi pusat yang turun sampai daerah. Secara resmi dan masih aktif diperbolehkan untuk menjadi peserta,” ungkap dia.

Dalam musprov, lanjut dia, yang perlu diperhatikan adalah peserta dan peninjau. Untuk peserta, memiliki hak berbicara dan hak suara. “Sedangkan peninjau hanya datang hadir hanya memberikan saran. Tidak punya hak suara atau memilih,” jelasnya.

Sebelum musprov berlangsung, harus ada tahapan verifikasi OKP yang terdaftar. OKP yang masih aktif berhak mengikuti pemilihan. Bagi yang belum terdaftar, mereka harus menjadi peninjau. “Itu diatur dalam tata tertib (tatib). Makanya harus tau tatib dulu, bagaimana mekanismenya,” pungkasnya.

Dalam kesempatan ini, Muslimin juga mengatakan bahwa ada rencana dari KNPI pusat untuk mengadakan konsolidasi ulang menyangkut keberadaan KNPI di daerah. Sebab, di Kaltim saja ada tiga KNPI. “Rencananya akan disatukan dan pelaksaannnya berlangsung di Aceh. Supaya bisa bersatu,” tutupnya. (*/dq)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close