Kaltara

Investor Sudah Keluarkan Dana USD 75 Juta

Untuk Perencanaan dan Desain PLTA Kayan 900 MW

TANJUNG SELOR, Pelitanews.co.id – Menepis keraguan sejumlah pihak terhadap pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kayan , Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie optimis mega proyek di Peso, Kabupaten Bulungan tersebut bakal terealisasi. Bahkan untuk pembangunan bendungan tahap I yang menghasilkan 900 Megawatt (MW) bisa dimulai tahun ini. “Kita harus optimis, dan yakin ini (PLTA) akan terwujud. Apalagi selama ini investor telah mengeluarkan dana yang besar. Tidak mungkin akan berhenti begitu saja, tidak lanjutkan,” kata gubernur.

Dikatakan, biaya yang dikeluarkan perusahaan, dalam hal ini PT Kayan Hydro Energy (KHE), untuk studi kelayakan, perencanaan, pembuatan desain dan kegiatan awal lainnya telah menghabiskan sekitar USD 75.000.000 atau sekitar Rp 975.000.000.000 untuk hitungan kurs Rp 13.000 per USD 1 (bukan USD 75.000 seperti di berita sebelumnya, Red.). “Sekarang tinggal dilanjutkan dengan pembangunan fisiknya. Insya Allah tahun ini sudah bisa dimulai,” sebut Gubernur.

Selain secara teknis, mulai dari perencanaan hingga pembuatan desain selesai dilakukan, Irianto mengungkapkan, perizinan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Kementerian Kehutanan, serta pihak terkait lainnya juga sudah tidak masalah.

Seperti diketahui, pembangunan bendungan tahap I PLTA Kayan direncanakan bakal dimulai tahun ini. Pembangunan PLTA tahap pertama yang diproyeksikan bakal menghasilkan listrik 900 Megawatt (MW) itu, ditarget membutuhkan waktu 4 sampai 5 tahun.

Dikatakan gubernur, pembangunan PLTA merupakan upaya percepatan investasi di Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi. “Kita kejar percepatan pembangunan PLTA tahap I ini. Karena listrik adalah kuncinya. Dengan ketersediaan listrik, investasi akan masuk,” ungkapnya.

Lambrie mengatakan, progres pembangunan PLTA Sungai Kayan, saat ini tinggal menunggu izin konstruksi bendungan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). “Kalau bisa, bulan Maret ini harus sudah berjalan. Saat ini permohonan izin konstruksinya tengah dievaluasi oleh tim Kementerian PUPR,” kata Irianto.

Percepatan pembangunan PLTA Kayan yang secara keseluruhan menghasilkan listrik 9000 MW, sejalan dengan perintah lisan Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Kaltara pada Oktober tahun lalu. “Kita mohon kepada Menteri PUPR untuk segera mempercepat penerbitan izin konstruksi tersebut,” ungkapnya.

Selain pembangunan bendungan yang pada tahap pertama diperkirakan menghasilkan 900 MW, saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan bersama pihak perusahaan terkait telah melakukan proses pembebasan lahan dan relokasi masyarakat yang berada di sekitar lokasi bendungan. Ada ratusan warga di dua desa yang akan dipindahkan ke lokasi eks Hak Pengusahaan Hutan (HPH) Inhutani.

Masyarakat, kata Irianto, sudah tidak masalah. Semua bersedia untuk direlokasi. “Selain dibangunkan tempat tinggal, di lokasi yang baru nanti oleh perusahaan akan dibangun sarana pendukung lainnya. Seperti sarana kesehatan, pendidikan dan lainnya,” ujarnya.

Begitu pun dalam hal pembebasan lahan, berdasarkan laporan yang diterima, saat ini progres pembebasan lahan sudah mencapai 70 persen dari seluruh area yang harus dibebaskan untuk keperluan pembangunan bendungan PLTA Tahap I, seluas 200 hektare lebih.

Antara pihak perusahaan dengan masyarakat telah menyepakati harga ganti rugi lahan. “Saya berharap bisa secepatnya selesai (proses pembebasan lahan). Karena salah satu kunci dari percepatan progres pembangunan PLTA ini, adalah pembebasan lahan. Alhamdulillah, sudah ada kesepakatan. Tinggal bagaimana proses administrasi dan pembayarannya. Yang terpenting adalah komunikasi dan pendekatan bagaimana kita memberikan pemahaman kepada masyarakat,” kata Irianto.

Gubernur pun tak henti-hentinya meminta dukungan dari semua pihak. Terutama masyarakat. Suksesnya pembangunan dan investasi karena dukungan penuh dari masyarakat. “Investasi PLTA ini untuk jangka panjang. Anak cucu kita yang akan menikmatinya. Kalau kita semua ingin berbuat baik, dan meninggalkan kebaikan untuk anak cucu kita, maka wajib mendukung investasi ini,” urai Irianto.

Masyarakat, lanjutnya, diharapkan juga tidak gampang termakan oleh isu-isu yang tidak dipertanggungjawabkan. “Kita akan meletakkan pondasi untuk kemajuan Kaltara di masa mendatang. Masyarakat saya minta berpikir bijak, jangan mudah terpancing. Karena akan ada saja orang-orang yang tidak suka, yang akhirnya ingin memecah belah, menyebarkan berita bohong, mencaci maki. Ini yang wajib kita lawan. Siapapun yang akan mengganggu kemajuan Kalimantan Utara, harus dilibas,” tuntasnya.(humas/pn1)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close