INOVASIKaltara

Dinas PUPR Kaltara Beri Edukasi Kepada Mahasiswa

Persiapkan SDM Lokal untuk Dukung 11 Program Prioritas di Kaltara

TANJUNG SELOR, pelitanews.co.id – Untuk mendukung suksesnya program pembangunan jangka panjang yang telah disusun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara), pemerintah daerah menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal sejak dini.

Salah satunya yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR Perkim) Kaltara, dengan memberikan edukasi kepada para mahasiswa di provinsi ini.

Bertempat di Gedung Dinas PUPR-Perkim, kemarin sejumlah mahasiswa dari Univesitas Borneo Tarakan dan Universitas Kaltara mengikuti edukasi dengan dipandu langsung oleh beberapa Kabid (kepala bidang) di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut.

Kepala Dinas PUPR-Perkim Dr Suheriyatna mengatakan, kegiatan ini dilakukan sebagai upaya mempersiapkan SDM atau tenaga kerja lokal untuk mengantisipasi proyek-proyek besar yang nantinya dilaksanakan di Kaltara. Utamanya untuk mendukung memprogramkan 11 program prioritas Pemprov Kaltara.

“Kita siapkan sejak sekarang. Sehingga pada saat waktunya nanti, ketika proyek-proyek besar dilaksanakan di Kaltara, SDM atau tenaga kerja kita sudah siap,” ungkapnya.

Dengan didampingi oleh para Kabid di Dinas PUPR-Perkim, para mahasiswa ini, dijelaskan program pembangunan Kaltara ke depan.

Di antaranya, mengenai program prioritas Kaltara 20 tahun ke depan, oleh Kabid Tata Ruang, Syaiful Jamal. Kemudian mengenai program pembangunan jalan, jembatan dan infrastruktur lainnya oleh Kabid Bina Marga, Sudjadi. Juga tentang rencana pembangunan PLTA (pembangkit listrik tenaga air, yang dijelaskan oleh Kabid Sumber Daya Alam (SDA), Yoga Hariadi.

“Dengan penjelasan ini, adik-adik wartawan ini akan memahami sekaligus bisa berpikir jauh ke depan, bagaimana Kaltara nanti. Apa saja yang akan dibangun, dan bagaimana mereka bisa berkontribusi, melalui ilmu yang dimiliki,” imbuhnya.

Dijelaskan Suheriyatna, Pemprov Kaltara memprogramkan 11 prioritas pembangunan, yang ditargetkan akan tercapai dalam waktu 20 tahun ke depan. Yaitu terdiri dari proyek di sektor kelistrikan, industri, serta penyediaan infrastruktur yang diyakni akan mampu memecah persoalan-persoalan dasar, seperti pendidikan, kesehatan, termasuk ekonomi Kaltara. Utamanya di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.

Suheriyatna mengatakan, untuk mewujudkan kesebelas proyek strategis yang sudah dicanangkan tersebut, perlu langkah-langkah terintegrasi dari semua sisi. Termasuk menyiapkan SDM lokal yang handal, melalui perguruan tinggi-perguruan tinggi yang ada di Kaltara.

“Utamanya mengenai pembangunan PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air). Kenapa PLTA penting? Pemicu atau embrionya adalah PLTA yang sampai saat ini masih terus diupayakan percepatannya. Implementasi di lapangan harus cepat,” tegas Suheriyatna.

Agar rencana pembangunan tersebut tetap sesuai jalur, menurutnya, perlu pentahapan atau milestone yang diurai secara jangka pendek, menengah, dan jangka panjang. Disebutkan, hampir semua kegiatan jangka pendek telah dituntaskan mulai pembuatan grand design proyek dan dokumen perencanaan.

“Saat kita buat grand design, kemudian Kepres 58 Tahun 2017 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional. Akan tetapi kita sudah buat semua perencanaannya jauh sebelum Kepres itu terbit,” ungkapnya.

Sedangkan untuk jangka menengahnya, Suheriyatna mengatakan, saat ini tengah melakukan pengusulan penganggaran ke pemerintah. Langkah-langkah tersebut sejauh ini telah ditempuh pemprov Kaltara.

Langkah lainnya, Suheriyatna mengatakan, perlu dibentuk Tim Percepatan yang akan bertugas mengukur sejauh mana keberhasilan progres setiap rencana proyek.

Sementara itu, untuk jangka panjang, dirinya optimis 11 proyek strategis ini bisa mulai dibangun. Perkiraan waktu keseluruhan merealisasikannya kurang lebih 20 tahun ke depan. “Dari 11 program ini, nanti goal-nya pada 20 tahun ke depan. Memang pada saat itu, kita bisa dikatakan sudah tidak produktif lagi. Akan tetapi hasilnya perencanaan sekarang ini, akan dinikmati oleh generasi-generasi yang akan datang. Globalnya, harapan ekonomi perbatasan sudah tumbuh termasuk meningkatnya kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Gambarannya, urai Suheriyatna, dalam waktu 20 tahun mendatang, infrastruktur di Kaltara sudah memadahi. Mulai dari jalan-jalan yang berkualitas baik, terbangunnya kawasan industri, rumah sakit berstandar internasional, sarana pendidikan, hingga menurunnya angka kemiskinan di Kalimantan Utara. “Dari situ juga tingkat kesejahteraan masyarakat meningkat. Lapangan pekerjaan semakin luas, angka kemiskinan turun dan juga tingkat pendidikan yang tinggi,” terang Suheriyatna. (*)

11 RENCANA PRIORITAS PEMBANGUNAN DI KALIMANTAN UTARA

1.   Ketersediaan energi listri. Meliputi pembangunan PLTMG 31 Megawatt (MW) dan PLTA dengan kapasitas 10.000 MW.

2.   Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi.

3.   Pembangunan kawasan Kota Baru Mandiri Tanjung Selor

4.   Pembangunan pelabuhan dan dermaga sungai

5.   Tersedianya sarana dan prasarana pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan dasar secara menyeluruh.

6.   Pembangunan dan pemenuhan infrastruktur rice and food estate.

7.   Peningkatan bandara perintis di wilayah pedalaman dan perbatasan.

8.   Pembangunan prasarana jalan, jembatan dan telekomunikasi, serta agrobisnis dan pariwisata di perbatasan.

9.   Pembangunan Jembatan Bulungan – Tarakan (Bulan).

10. Pembangunan sarana sanitasi, air bersih dan air baku.

11. Penguatan pertahanan dan keamanan perbatasan, dengan dialokasikannya 11 titik untuk penempatan TNI.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close