Kaltara

ASN Dituntut Sigap dan Responsif

TANJUNG SELOR, pelitanews.co.id – Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Provinsi (Setprov) Kalimantan Utara (Kaltara) H Zainuddin HZ mewakili Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie menutup pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kepemimpinan (PIM) IV Angkatan I bagi 30 pejabat Eselon IV atau Pejabat Pengawas di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara di Gedung Diklat Kabupaten Bulungan, Jumat (24/11).

Di hadapan para peserta Diklat PIM IV, H Zainuddin menuturkan bahwa kegiatan ini sedianya, mampu mewujudkan pengembangan diri setiap peserta sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Kaltara. “Informasinya, semua peserta dinyatakan lulus. Untuk itu, sebelumnya, saya ucapkan selamat,” kata H Zainuddin.

Lebih jauh, Diklat PIM IV ini seharusnya mampu memberikan wawasan baru dan cara berpikir yang lebih baik bagi setiap peserta, utamanya dalam rangka melaksanakan tugas di kemudian hari. “Pejabat Eselon IV ini, adalah motor penggerak pemerintahan dan pembangunan. Dengan kesertaan mereka pada diklat ini, para pejabat Eselon IV ini mampu mempercepat pelayanan publik, bersikap sigap dan tanggap serta responsif terhadap apa yang menjadi keinginan masyarakat,” papar H Zainuddin.

Diklat PIM IV juga bertujuan untuk mengembangan dan meningkatkan potensi setiap aparatur dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan tepat. Tentunya, sasarannya adalah pelayanan prima bagi masyarakat. “Yang dimaksud pelayanan prima itu, adalah pelayanan yang memuaskan, tak berbelit dan tak mempersulit,” ungkap H Zainuddin.

Dari itu, kepada setiap ASN yang menyertai diklat, dituntut mampu memproyeksikan diri dalam rangka pengembangan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Ini sejurus dengan kebutuhan dalam melaksanakan amanat Otonomi Daerah (Otda) dan peningkatan upaya menciptakan pelayanan yang baik, seiring dinamika masyarakat yang terus berkembang. “Mulai hari ini dan seterusnya, para peserta Diklat PIM IV jangan bicara yang tak produktif. Sejauh ini, kemunduran yang terjadi pada diri kita, dikarenakan kita bicara tak produktif. Contohnya, memfitnah, mengadu domba dan lainnya,” beber H Zainuddin.

Mengingat hal itu, H Zainuddin pun mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemprov Kaltara untuk tak takut berinovasi yang berpengaruh terhadap kecepatan dan ketepatan pelaksanaan tugas. “Adalah sebuah konsekuensi desentralisasi pemerintahan daerah, berdampak pada bergulirnya deregulasi pemerintahan yang menyesuaikan dengan kebijakan optimalisasi pengembangan potensi daerah. Memenuhi hal tersebut, yang dibutuhkan adalah dukungan SDM yang andal dan profesional dalam sistem pemerintahan,” jelas H Zainuddin.(humas/pn1)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close