INOVASIKaltara

Percepat Realisasi Industri Smelter, Pemprov Kaltara – Inalum Perbaharui MoU

Jakarta, pelitanews.co.id – Bertempat di ruang pertemuan Kantor Perwakilan PT Inalum (Persero) di Jakarta, Sabtu (11/10) dilakukan penandatanganan Addendum Nota Kesepahaman antara Pemerintah Provinsi Kaltara yang diwakili Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie dengan PT Inalum (Persero) yang diwakili Dirut PT Inalum Budi Gunadi Sadikin.

Dalam pertemuan itu, turut hadir Ridwan Djamaluddin, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Kemenko Bidang Kemaritiman, Direktur Keuangan PT Inalum Oggy Achmad Kosasih, Direktur Umum dan SDM PT Inalum Carry Mumbunan, Direktur Operasi (Plt.) Direktur Pengembangan dan Bisnis PT Inalum SS Sijabat, GM Project Manager (Team of Kaltara Project) Dante Sinaga, Sekprov Kaltara H Badrun, Kepala DPUTR-PERKIM Kaltara Suheriyatna, Kepala Dinas ESDM Ferdy Manurung Tandulangi, Kepala DLH Kaltara Edy Suharto, Kepala DKP Kaltara H Amir Bakry, Kepala Dishub Kaltara Taupan Madjid, dan lainnya.

Irianto Lambrie bersama Luhut Panjaitan di sela kunjungannya di Jakarta

Dibeberkan Gubernur bahwa hal ini merupakan langkah maju dari upaya percepatan realisasi industri smelter alumina oleh PT Inalum di Kaltara. Pun demikian, ada beberapa hal yang patut menjadi catatan dan perhatian seluruh pihak terkait.

Di antaranya, Pemprov Kaltara akan selalu mengawal rencana investasi ini hingga terealisasi. Bahkan, Pemprov Kaltara juga telah membentuk Tim Khusus yang akan intensif mengawal, membantu dan memfasilitasi pihak investor agar Investasinya segera terealisasi. Pemprov Kaltara juga akan segera membentuk Badan Pengelola Kawasan yang akan bertugas mengelola penggunaan lahan yang akan digunakan untuk kebutuhan investasi. Luasan lahan yang diproyeksikan untuk investasi pada tahap 1 seluas 18 ribu hektare dari 25 ribu hektare yang dicanangkan. Inalum sendiri akan membangun industri smelter di KIPI Tanah Kuning-Mangkupadi dengan luasan lahan yang akan digunakan sekitar 600 hektare. Dan, dalan perkembangannya akan dibutuhkan lagi lahan seluas 200 hektare untuk permukiman terpadu.

Gubernur pun mengingatkan agar Pemprov Kaltara, Pemerintah Pusat dan Inalum untuk mewaspadai tindakan klaim lahan oleh masyarakat. Karena, menurut evaluasi Pemprov Kaltara, lahan yang akan digunakan Inalum cukup bebas dari masalah klaim lahan. Namun, kewaspadaan dini dan persiapan matang untuk proses pembebasan lahan harus dilakukan agar investasi ini tak berhenti karena persoalan klasik tersebut.

Dalam percepatan realisasi investasi PT Inalum ini, sedianya akan dilakukan terintergrasi dengan rencana investasi lainnya. Yakni, investasi pembangunan pembangkit tenaga listrik yang konservatif, PLTA Kayan.

Inalum sendiri, menargetkan produksi aluminium di Kaltara sebesar 500 kilo ton pada 2024 dan akan ditingkatkan hingga 1.000 kilo ton. Untuk mencapai target itu, Inalum sangat mengandalkan pasokan tenaga listrik dari PLTA Kayan yang ditaksir bisa mencapai 9 ribu MW dari 5 bendungan yang akan dibangun. Pihak Inalum juga menawarkan untuk membangun pelabuhan sendiri, guna memudahkan mereka mengirimkan hasil industrinya ke industri pengolahan aluminium mereka.

Namun rencana pembangunan pelabuhan itu, patut memperhatikan juga rencana Pemprov Kaltara yang ingin membangun pelabuhan internasional di KIPI Tanah Kuning-Mangkupadi. (*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close