Kaltara

Kaltara Bersiap Dibanjiri Wisatawan

TANJUNG SELOR, pelitanews.co.id – Rencananya, pada 2019 pariwisata akan menjadi penyumbang devisa terbesar di Indonesia dengan target 20 juta wisatawan mancanegara. “Sekarang pariwisata berada di urutan kedua penyumbang devisa, setelah sawit. Jadi, sangat diharapkan kita mendukung program ini untuk menjadikan pariwisata yang terdepan. Ini berarti kita harus berjuang sekitar 2 tahun lagi untuk menjadikan pariwisata penyumbang devisa terbesar,” kata Ahmad Haerani, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kalimantan Utara (Kaltara) mewakili Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie kala membuka Focus Group Discusion (FGD) Pra Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) 2018 bertema Menuju Pariwisata Kalimantan Utara Terdepan Ballroom Hotel Crown, Rabu (1/11).

Optimisme ini juga didukung dengan perbaikan layanan transportasi di wilayah perbatasan, khususnya Kaktara. Dimana, adanya rencana penerbangan langsung dari Tiongkok mulai Desember 2017 ke Kaltara. Dengan itu, diharapkan Kota Tarakan dan Bulungan siap dalam menghadapinya. Diinfokan juga bahwa Dispar mencoba meningkatkan sarana dan prasarana destinasi wisata yang ada, lewat pengadaan 18 unit snorkling dan 2 unit banana boat untuk kebutuhan wisata bahari di wilayah pantai Tanah Kuning, Mangkupadi.

Dijelaskan Haerani, upaya lain untuk menunjang optimisme itu, adalah dengan mensinergikan program kerja dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan Pemerintah Kabupaten serta Kota se-Kaltara. Diharapkan pula, lewat kegiatan ini kepariwisataan di Kaltara dapat berjalan beriringan dan sejalan menuju pariwisata yang terdepan. Hal tersebut juga menjadi tujuan dari pelaksanaan pra rakornis pariwisata 2018.

Sebagai narasumber kegiatan, adalah Pelaksana tugas (Plt) Asisten Deputi (Asdep) Analisis Data Pasar Pariwisata Nusantara Kemenpar Sutarjo, serta Budi Riyanto, Dosen London School of Public Relation Universitas Al-Azhar Indonesia. “Sebagaimana yang kita ketahui, dalam melaksanakan fungsi dan perannya dalam pengembangan pariwisata daerah, pemerintah terus berupaya melakukan berbagai pengembangan sarana dan prasarana. Karena hal tersebut merupakan kebutuhan pokok yang ikut menentukan keberhasilan suatu daerah menjadi daerah tujuan wisata. Fasilitas yang tersedia dapat memberikan pelayanan kepada para wisatawan, baik secara langsung atau tidak langsung,” kata Haerani.

Pemanfaatan potensi kepariwisataan yang ada di seluruh Kaltara haruslah dikelola dengan lebih maksimal. “Melalui pra rakornis ini semoga dapat dilakukan sinkronisasi dan penyempurnaan program dan kegiatan atau kalender event antar provinsi dengan kabupaten serta kota untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kaltara,” jelas Haerani.

Haerani berharap semua dapat bekerja dengan lebih giat serta dapat mewujudkan harmonisasi kegiatan Pemprov Kaltara dengan pemerintah kabupaten serta kota, pelaku usaha, mitra usaha di sektor kepariwisataan yang lebih baik dari yang dicapai selama ini. “Hal ini perlu kita laksanakan bersama, mengingat sektor pariwisata merupakan salah satu sektor pendukung percepatan pembangunan daerah, khususnya pembangunan ekonomi. Dari itu, mari secara bersama-aama bersinergi guna menjadikan pariwisata di Kaltara ini terus maju dan berkembang,” urainya.(humas/pn1)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close