KaltaraPENDIDIKAN

Pemohon Beasiswa Kaltara Cerdas Capai 4 Ribuan

TANJUNG SELOR, pelitanews.co.id – Berkas bantuan beasiswa melalui program beasiswa Kaltara Cerdas yang masuk ke Dewan Pendidikan Kalimantan Utara (Kaltara) mencapai 4.000 berkas. “Berkas yang masuk sekitar 4 ribuan lebih, sedangkan kuota yang disiapkan hanya 2.523. Sehingga kita akan lakukan verifikasi kelengkapan berkas yang ada,” kata Ketua Dewan Pendidikan Kaltara Herwansyah, Jumat (13/10).

Tambahnya, jumlah pemohon hingga lebih 4.000 itu belum termasuk yang diterima melalui jasa pengiriman dari mahasiswa Kaltara luar daerah. Sesuai tahapan, proses pendaftaran berkas telah berakhir pada 29 September lalu. “Untuk yang masuk lewat jasa pengiriman, kita cek lagi tanggal berapa dikirim. Kalau dikirim sebelum 29 September, kita terima, tapi kalau pengirimannya lewat dari 29 September, kita tolak langsung,” katanya.

Dia menyebutkan, tahun ini kuota dan besaran beasiswa telah dibagi dan dikelompokkan secara rinci. Mulai jenjang pendidikan dan prestasi, baik pelajar maupun mahasiswa.

Lanjutnya, selain pengelompokan kuota, terdapat pula sejumlah langkah verifikasi data hingga monitoring. Sesuai tahapan, proses pendaftaran berkas berakhir pada 29 September lalu. Kemudian, pihaknya akan mengumumkan daftar nama pemohon yang dinyatakan lulus verifikasi berkas melalui surat keputusan gubernur pada akhir Oktober nanti.

Setelah itu, pemohon yang dinyatakan lulus verifikasi berkas, lanjut Herwansyah, pihaknya akan turun langsung ke lapangan untuk memastikan validasi data calon penerima beasiswa. “Monitoring akan kami lakukan, kita turun langsung ke lapangan. Jadi kita monitoring ke kampus-kampus mereka, baik itu di Kaltara dan luar daerah. Jangan sampai nantinya yang diberikan beasiswa, justru mereka yang tidak berhak,” ulasnya.

Menurut Herwansyah, monitoring dilakukan untuk memastikan bahwa penerima beasiswa yang dinyatakan lulus verifikasi benar dan masih tercatat kuliah di perguruan tinggi tersebut serta dilakukan  pencocokkan berkas yang dikirim. “Jangan sampai kita kecolongan lagi. Pengalaman yang lalu, ada yang menggunakan data temannya. Jadi, tahun ini kita benar-benar bekerja lebih terperinci, jangan sampaikan kita menemukan hal seperti itu lagi,” tuntasnya.(humas/pn1)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close